Tampilkan postingan dengan label Cerita dan Dongeng. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita dan Dongeng. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Januari 2013

KISAH POHON APEL

Suatu masa dahulu, terdapat sebatang pohon apel yangamat besar. Seorang kanak-kanak lelaki begitu gemarbermain-main di sekitar pohon apel ini setiap hari.Dia memanjat pohon tersebut, memetik serta memakanapel sepuas-puas hatinya, dan adakalanya diaberistirahat lalu terlelap di perdu pohon apeltersebut. Anak lelaki tersebut begitu menyayangitempat permainannya. Pohon apel itu juga menyukai anaktersebut.
Masa berlalu… anak lelaki itu sudah besar danmenjadi seorang remaja. Dia tidak lagi menghabiskanmasanya setiap hari bermain di sekitar pohon apeltersebut. Namun begitu, suatu hari dia datang kepadapohon apel tersebut dengan wajah yang sedih. “Marilah bermain-mainlah di sekitarku,” ajak pohonapel itu.” Aku bukan lagi kanak-kanak, aku tidak lagi gemarbermain dengan engkau,” jawab remaja itu.” Aku mahukan permainan. Aku perlukan wang untukmembelinya,” tambah remaja itu dengan nada yang sedih.Lalu pohon apel itu berkata, ”
Kalau begitu, petiklahapel-apel yang ada padaku. Juallah untuk mendapatkanuang. Dengan itu, kau dapat membeli permainan yang kauinginkan.”
Remaja itu dengan gembiranya memetik semua apel dipohon itu dan pergi dari situ. Dia tidak kembali lagiselepas itu. Pohon apel itu merasa sedih. Masa berlalu…Suatu hari, remaja itu kembali. Dia semakin dewasa.
Pohon apel itu merasa gembira.”Marilah bermain-mainlah di sekitarku,” ajak pohonapel itu.”Aku tiada waktu untuk bermain. Aku terpaksa bekerjauntuk mendapatkan uang. Aku ingin membina rumahsebagai tempat perlindungan untuk keluargaku. Bolehkahkau menolongku?” Tanya anak itu.”

PERJUANGAN SANG PAHLAWAN


Karya : Suwardini Khairunnisa

Dipagi yang gelap gulita,aku dan sepeda tersayangku menuju hari yang baru.
seketika aku melihat bapak tua yang rumahnya sudah hampir rubuh,dan dengan sepedah ontelnya,ia ingin berangkat sama seperti ku menuju hari yang baru. ia seorang bapak yang ingin mengajar di SD letaknya dikota,sedangkan kota jauh dari rumahnya. aku pun terus memperhatikan bapak itu.
suatu ketika bapak itu menegurku.
" nak,,,sedang apa kau didepan pagar rumah ku?" kata bapak tua itu.!
" maaf pak,,saya penasaran dengan bapak sedang apa?". akupun menjawab pertanya bapak tua itu.!
"oouuhh... sini nak,masuk bapak sedang membetulkan sepeda tua milik alm.ayah bapak"..!!
"iyah pak,sungguh aku boleh masuk". aku menjawab dengan senyuman.!
"iyah nak,masuk saja''.
"assalamu'alaikum pak?
"wa'alaikum salam nak,kenapa di pagi yang masih gelap seperti ini kamu sudah keluar rumah nak,tidak takut terjadi apa-apa denganmu nak".!
"iya pak,saya ini masih Madrasah pak,saya ingin berangkat sekolah namun saya ingin lihat-lihat desa ini kalo sepagi ini pak hitung-hitung aku olah raga pak,diJakarta udaranya tak sejuk seperti ini..".
"oohh,,,kamu anak kota yang baru pindah kemarin yah nak?".
"iya pak,bapak sudah lama tinggal disini",. anak dan istri bapak kemana?". rasa ingin tau ku tentang bapak ini pun semangkin kuat.
"iya nak,bapak sudah lama tinggal disini,selama bapak lahir disini,anak dan istri bapak sudah meninggalkan bapak nak,sudah 2tahun yang lalu,bapak disini tinggal sendiri."
"maaf pak,aku membuat bapak sedih dengan pertanyaanku".
" tidak nak..!!! tak apa-apa..,kamu katanya ingin berangkat sekolah nanti kamu terlambat saja.?''. bapak tua ini untung saja mengingatkan ku.
"hhe.. iya pak hampir saja lupa,aku pamit ya pak,sepulangnya ku dari sekolah aku kesini lagi ya pak??
"iya nak,bapak tunggu.!"
"assalamu'alaikum pak?
"wa'alaikum salam nak,hati-hati yah di jalan?"

KANCIL DAN BUAYA


karya : Maulana
 
Cerpen Kancil dan BuayaSuatu hari Si Kancil, binatang yang katanya cerdik itu, sedang berjalan-jalan di pinggir hutan. Dia hanya ingin mencari udara segar, melihat matahari yang cerah bersinar. Di dalam hutan terlalu gelap, karena pohon-pohon sangat lebat dan tajuknya menutupi lantai hutan. Dia ingin berjemur di bawah terik matahari.

Di situ ada sungai besar yang airnya dalam sekali. Setelah sekian lama berjemur, Si Kancil merasa bahwa ada yang berbunyi di perutnya,..krucuk…krucuk…krucuk. Wah, rupanya perutnya sudah lapar. Dia membayangkan betapa enaknya kalau ada makanan kesukaannya, ketimun. Namun kebun ketimun ada di seberang sungai, bagaimana cara menyeberanginya ya? Dia berfikir sejenak.
 

Tiba-tiba dia meloncat kegirangan, dan berteriak: “Buaya….buaya…. ayo keluar….. Aku punya makanan untukmu…!!” Begitu Kancil berteriak kepada buaya-buaya yang banyak tinggal di sugai yang dalam itu.
Sekali lagi Kancil berteriak, “Buaya…buaya… ayo keluar… mau daging segar nggak?”

Tak lama kemudian, seekor buaya muncul dari dalam air, “Huaahhh… siapa yang teriak-teriak siang-siang begini.. mengganggu tidurku saja.” “Hei Kancil, diam kau.. kalau tidak aku makan nanti kamu.” Kata buaya kedua yang juga muncul.
“Wah…. bagus kalian mau keluar, mana yang lain?” kata Kancil kemudian. “Kalau cuma dua ekor masih sisa banyak nanti makanan ini. Ayo keluar semuaaa…!” Kancil berteriak lagi.
“Ada apa Kancil sebenarnya, ayo cepat katakan,” kata buaya.
“Begini, maaf kalau aku mengganggu tidurmu, tapi aku akan bagi-bagi daging segar buat buaya-buaya di sungai ini,” makanya harus keluar semua.

DIANA PERI YANG USIL


Karya Titha

Di awan, terletak sebuah kerajaan peri. Kerajaan itu dipimipin oleh seorang Ratu yang bernama Clarion, yang biasa dipanggil Ratu Ree. Kerajaan itu sangat indah. Di timur terdapat air terjun yang sangat besar namun indah, tempat peri air bekerja. Di barat terdapat hutan yang menampilkan empat musim secara bergantian, tempat peri hutan bekerja. Di selatan terdapat rumah angin yang mengendalikan pergerakan angin di kerajaan peri ini. Sedangkan, di utara terdapat es dan salju. Di utara juga tidak ada kehidupan.

Semua peri mengerjakan tugas mereka dengan baik, kecuali Diana. Diana adalah seorang peri air yang amat usil. Kerjanya hanya menyiram peri-peri yang lewat. Hampir semua peri diusili olehnya. Karena keusilan itu, dia tidak memiliki teman.

Karena para peri tidak tahan dengan keusilan Diana, mereka melaporkan Diana pada ratu Ree. Setelah para peri kembali, Diana mendapat undangan untuk minum teh sore itu.

Apakah Diana datang? Tentu saja dia datang. Diana datang dengan tujuan mengacaukan pesta minum teh. Sayang, niat Diana terlaksanakan. Dia menggerakkan air teh dan menyiram semua peri, bahkan ia menyiram Ratu Ree.

RAJA YANG ANGKUH


Cerpen NN

Diceritakan dahulu kala hiduplah seorang raja. Raja tersebut memimpin dengan baik dan bijaksana. Selama pemerintahannya tidak ada sesuatu yang buruk terjadi di negeri tersebut. Hingga akhirnya yang tidak diinginkan pun terjadi. Suatu pagi, sang raja dan ratu berdiri di balkon istana dan memandang ke penjuru negeri. Hamparan sawah yang menguning-siap untuk dipanen. Lautan yang biru penuh dengan hasil laut yang tidak pernah habis. 

Cerpen Anak-anak
Sang raja berkata kepada istrinya, "Lihatlah istriku negeri yang subur ini. Tidak ada satu  negeri di dunia ini yang dapat menandingi kesuburan negeri kita!". Sang ratu hanya tersenyum dan berkata, "Negeri kita memang subur, raja! tapi kita tidak boleh sombong, kita tidak pernah tahu apa yang ada di negeri lain. Kita tidak pernah melihatnya bukan?" Raja tertawa dengan keras, " Hahahaha. Istriku, aku sendirilah yang akan memastikan bahwa negeri yang kupimpin ini adalah yang terhebat di muka bumi ini." Sang ratu hanya tersenyum dan tidak berani untuk menasihati lagi, takut kalau raja akan marah. Malam hari, raja bermimpi bahwa negerinya diserang oleh negara tetangga dari sebelah timur. Raja terbangun dengan keringat di sekujur tubuhnya. Mengira bahwa mimpinya adalah kenyataan, raja segera memerintahkan seluruh pasukannya untuk menyerang negara yang ada di sebelah timur. Negeri timur yang diserang mendadak kalah, raja menang dan segera menguasai negara timur. 

Minggu, 13 Januari 2013

Kisah Semut dan Kepompong


Dikisahkan ada sebuah hutan yang sangat lebat, tinggallah disana bermacam-macam hewan, mulai dari semut, gajah, harimau, badak, burung dan sebagainya. Pada suatu hari datanglah badai yang sangat dahsyat. Badai itu datang seketika sehingga membuat panik seluruh hewan penghuni hutan itu. Semua hewan panik dan berlari ketakutan menghindari badai yang datang tersebut.

Keesokan harinya, matahari muncul dengan sangat hangatnya dan kicauan burung terdengar dengan merdunya, namun apa yang terjadi? banyak pohon di hutan tersebut tumbang berserakan sehingga membuat hutan tersebut menjadi hutan yang berantakan.

Seekor Kepompong sedang menangis dan bersedih akan apa yang telah terjadi di sebuah pohon yang sudah tumbang. "Hu..huu...betapa sedihnya kita, diterjang badai tapi tak ada tempat satupun yang aman untuk berlindung..huhu.." sedih sang Kepompong meratapi keadaan.

Petani Jagung Yang Beruntung


Alkisah di sebuah desa yang sangat kering, hiduplah seorang petani jagung yang sangat sabar dalam menjalani hidupnya. Di desa yang sangat kering itu, jarang sekali hujan yang turun disana hingga bisa dihitung berapa kali hujan yang turun dalam setahunnya. Petani tersebut tinggal disebuah bukit hutan jati yang meranggas daun-daunnya. Desa tersebut hanya dihuni oleh beberapa kepala keluarga karena banyak penduduk yang sudah berpindah ke desa lain akibat kekeringan yang melanda desa itu.

Pada suatu hari, petani tadi hendak jalan ke kebun jagung yang berjarak puluhan kilometer dari rumahnya. Dalam perjalanan dia menemukan sebuah pohon jati yang nampak miring. dia berhenti sebentar di pohon jati tersebut sambil memperhatikan dengan seksama. Ternyata dibawah pohon jati ada sebuah kendi yang berisi air.

Karena merasa sangat haus, sang petani tadi sangat ingin meminum air yang ada di dalam kendi tersebut. Namun karena sadar kalau air itu mungkin ada yang punya, akhirnya si petani tadi mengurungkan niatnya, kemudian ia melanjutkan perjalanannya kembali.

Sabtu, 12 Januari 2013

Mawar Untuk Mama


Karya Eka Pratiwi Putri Darmadi

Kenalin guys, nama gue Mawar Bunga Arumi . panggil ajah gue Mawar, gue tinggal di sebuah kota yang merupakan ibu kota DKI Jakarta. yaah, hidup gue cuma sederhana, sekolah di SMA Global Mandiri pun, gue cuma dapet beasiswa, yah se’engganya lumayan lah buat ngirit. gue tinggal bersama seorang ayah, namanya Darma Bastian. dulunya kata nenek, ayah dan keluarganya itu orang terkaya, tapi sayang, di saat umur gue 3 tahun, perusahaan ayah gue bangkrut, karna ayah gue di tipu oleh temannya sendiri. ayah udah nanam investasi lebih dari 500$ lebih, sehingga kami jadi hidup pas pasan. gak lama dari itu juga, kata nenek, ibu ninggalin kami pergi karena kami sudah tidak punya apa apa. gue sanagta gak nyangka punya ibu yang kaya gitu .
pagi itu ..

Jumat, 04 Januari 2013

Tabungan


Ditulis oleh Kakak Koko

Celengan
Singgih tersenyum sendiri. Dia sedang membayangkan betapa senangnya memiliki uang yang jumlahnya puluhan ribu rupiah. Dan tiga hari lagi apa yang dibayangkannya itu pasti akan terwujud. Betapa tidak, tiga hari lagi setelah pembagian raport kenaikan kelas, tabungannya akan dibagikan oleh guru kelasnya. Bahkan semua temannyapun akan gembira seperti Singgih.
Tiga hari adalah waktu yang tak panjang. Namun baginya menunggu hari pembagian tabungan itu rasanya amat lama.
“Kapan kau membuka tabunganmu, Singgih?” tanya ibunya pagi itu ketika Singgih akan ke sekolah.

“Kalau tak ada perubahan nanti sehabis pembagian raport kenaikan kelas, Bu…,” jawab Singgih.
“Ada berapa sih tabungannya ?”
“Sekita empat puluh ribu rupiah.”
“Hati-hati membawa pulang uang sebanyak itu.”
“Baiklah, bu…”
Siang harinya, ketika Singgih pulang dari sekolah, dia tak sabar lagi untuk menemui ibunya untuk mengabarkan kalau dirinya naik ke kelas enam. Tapi rumahnya nampak sepi. Semua pintu dan jendela tertutup rapat. Kemanakah ibu, pikirnya gelisah. Kemudian Singgih memanggil ibunya keras-keras. Tapi tak ada sahutan sama sekali. Kemudian ia mencoba mencarinya dikebun belakang. Ibunya juga tak didapatkan.

Kakak Beradik

Andrew Lang


Seorang anak laki-laki menarik tangan adik perempuannya dan berkata: "Lihat, kita tidak pernah merasakan kebahagiaan semenjak ibu kita meninggal. Ibu tiri kita selalu memukuli kita setiap hari, dan kita tidak berani berada di dekatnya karena dia selalu menendang kita untuk menjauh darinya. Kita tidak pernah dapat makanan yang baik kecuali remah-remah dan sisa-sisa roti. Seandainya saja ibu kita masih hidup dan tahu semua penderitaan kita ini! Mari ikutlah denganku, mari kita tinggalkan rumah ini."
Lalu kakak beradik itupun meninggalkan rumah ibu tirinya, berjalan seharian penuh, dan saat hujan turun dengan deras adik perempuannya berkata: "Surga dan hati kita menangis bersama."
Menjelang malam, mereka tiba di sebuah hutan yang besar, dan mereka merasa sangat kelelahan dan kelaparan setelah berjalan jauh. Mereka menemukan satu celah di pohon yang berlubang dan masuk ke celah pohon tersebut dan jatuh tertidur dengan cepat.
Pagi harinya, ketika mereka bangun, matahari bersinar terang dan membawa kehangatan, kakaknya berkata:
"Saya sangat haus, adik kecilku; Jika saja saya bisa menemukan air sungai, saya akan meminumnya disana. Saya serasa mendengarkan aliran sungai di dekat sini." Dia lalu melompat bangun, menarik tangan adik perempuannya dan mencari-cari anak sungai tersebut.
Saat itu ibu tirinya yang sebenarnya adalah seorang penyihir, tahu bahwa kedua anak tirinya telah lari meninggalkan rumah. Dia kemudian diam-diam mengejar mereka. Ketika tahu bahwa mereka kehausan, dia lalu memberi mantra sihir pada semua aliran air yang ada di hutan.

Tolong beri makan ya :)